
LAZIS Sabilillah – Dikenal sebagai masjid ‘nabawinya’ Indonesia, Ahad (15/7) malam Forum Imam Mushollah beserta FORTYS mengunjungi Masjid Ar Rahman, Blitar. Tak hanya berkunjung saja, mereka diterima baik oleh takmir masjid untuk sharing tentang profil serta manajemen masjid tersebut.
Terletak di Jalan Ciliwung, Kelurahan Bendo, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Jawa Timur. Masjid ini mulai dibangun pada 24 Desember 2018, dan diresmikan setahun kemudian pada 25 Desember 2019 oleh Gubernur Jawa Timur saat itu, Khofifah Indar Parawansa.

Sejak pertama memandang masjid ini, arsitektur bangunan bernuansa khas Masjid Nabawi-nya sudah pasti membuat mata para jemaah dan pengunjung terkesima. Seluruh desain eksterior dan interior di masjid ini dibuat semirip mungkin dengan yang ada di Madinah.
Menurut Ust. Kowi selaku manajer on duty menjelaskan ornament mulai dari tiang di bagian depan masjid dengan bentuk payung serupa dengan yang ada di halaman Masjid Nabawi, bentuk pintu masuk, hingga ornamen-ornamen penghias yang terbuat dari tembaga berwarna emas akan menyambut para pengunjung. Jalur masuk ke area masjid pun dibuat terpisah dan berseberangan antara pengunjung laki-laki dan perempuan.
“Awalnya masjid ini dibangun atas keinginan Abah Haryanto seorang pengusaha sukses asal Blitar. Beliau pengen orang-orang juga bisa merasakan suasana beribadah seperti di Masjid Nabawi, di Madinah,” ucapnya.
Bagian dalam masjid terlihat sangat megah dan mewah, jauh berbeda dari masjid-masjid lain pada umumnya. Arsitektur dinding, pintu, tiang, hingga ukiran pada atap yang bergaya khas Utsmaniyah. Tak hanya itu, karpet sajadah yang digunakan sama persis dengan yang ada di Masjid Nabawi, diimpor dari produsen yang sama di Turki. Pengharum ruangan yang digunakan di Ar-Rahman juga diimpor langsung dari Madinah.
Menurutnya, manajemen yang dibangun sama persis dengan manajemen perusahaan. Ada 60 lebih pegawai yang diterjunkan untuk mengelola masjid ini. Ada dua fungsi pengelola di masjid ini, manajemen ketakmiran dan operasional. Manajer takmir bertugas mengelola ubudiyah baik, jadwal sholat, pengajian dan sebagainya. Sedangkan manajer operasional menyusun tata kelola fasilitas dan operasional harian.

“Kita ada pengobatan gratis, kopi, teh dan air putih setiap harinya untuk jamaáh. Ada juga nasi bungkus barokah tiap jumat kisar 2000 bungkus yang dibagikan kepada jamaáh semua itu menjadi layanan di masjid kami,”ujarnya.
Sebelumnya, kegiatan kunjungan ini merupakan kunjungan belajar yang diadakan rutin setiap tahun oleh LAZIS Sabilillah bersama Forum TPQ Yayasan Sabilillah dan Imam Musholla. Selama satu hari, pihaknya berkunjung ke PPTQ Al Falah Ploso Kediri, disambung dengan ziarah ke makam Gus Miek. Agenda di akhiri dengan kunjungan belajar masjid Ar Rahmah.