Apa Saja Yang Disunnahkan Sebelum Sholat ?

Shalat adalah suatu perbuatan yang diawali dengan takbirotul ihrom  dan diakhiri dengan salam yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Shalat dalam agama Islam menempati kedudukan yang tidak dapat ditandingi oleh ibadah manapun. Dan beberapa ahli agama menyebutkan bahwa shalat  merupakan tiang agama dimana ia tak dapat tegak kecuali dengan shalat.

Dalam shalat ada beberapa hal-hal yang harus diperhatikan terutama yang berkaitan dengan syarat, rukun maupun sunah-sunahnya karena itu sangat mempengaruhi kualitas ibadah shalat tersebut . Selain itu, ada beberapa hal yang harus kita pahami seperti: syarat sah sholat, syarat wajib serta rukun sholat. Akan tetapi, kebanyakan dari kita tidak semua memahami bahwa ada satu hal yang juga akan mempengaruhi kualitas shalat kita yaitu sunnah-sunnah dalam shalat terutama dalam melaksanakan shalat berjamaah.

Ibadah yang bersifat sunnah hukumnya apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan tidak mendapat dosa. Tetapi alangkah baiknya kita mengerjakan beberapa ibadah sunah tersebut agar kualitas shalat kita akan lebih sempurna.

Mengatur shaf sebelum shalat

Mengatur shaf sebelum shalat merupakan salah satu sunnah dalam shalat yang sangat dianjurkan karena akan mempengaruhi kesempurnaan dalam shalat tersebut. Jika shaf shalat belum lurus atau rapat, maka dikategorikan shalat berjamaah belum sempurna. Biasanya dikalangan masyarakat menyebutkan bahwa jika shaf belum rapat maka disetiap celah itu akan diisi oleh Syaitan.

sebagaimana dawuh Rasulullah SAW:

عنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصُّفُوفِ مِنْ تَمَامِ الصَّلَاةِ (رواه مسلم)

Dari Anas bin Malik, dia berkata, “Rasûlullâh SAW bersabda, ‘Luruskan shaf-shaf  kamu, sesungguhnya kelurusan shaf itu termasuk kesempurnaan shalat (HR. Muslim).

Dari hadits tersebut sangat jelas bahwa pentingnya mengatur shaf sebelum shalat karena ketika melaksanakan shalat shaf belum rapat dan lurus kita memberi kesempatan syaitan untuk masuk mengganggu shalat kita sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

عنْ أَنَسٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ((رَاصُّوا صُفُوفَكُمْ وَقَارِبُوا بَيْنَهَا وَحَاذُوا بِالْأَعْنَاقِ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنِّي لَأَرَى الشَّيَاطِينَ تَدْخُلُ مِنْ خَلَلِ الصَّفِّ كَأَنَّهَا الْحَذَفُ  (روا النسائي)

Anas bahwa Nabi  SAW bersabda “Rapatkanlah shaf-shaf kamu, dekatkanlah antara shaf-shaf, sejajarkanlah leher-leher. Demi (Allâh) Yang jiwa Muhammad di tanganNya, sesungguhnya aku melihat setan-setan masuk dari sela-sela shaf seolah-olah seekor anak kambing”. (HR. An-Nasâi)

Doa Setelah Masuk Shaf

Sebelum masuk shaf kita dianjurkan untuk membaca doa agar kita mendapatkan keistimewaan dan keutamaan seperti yang Allah berikan kepada hamba-hambaNya  yang sholeh. Dengan demikian hanya dengan kita membaca doa sebelum masuk shaf Allah  sudah memberikan kita keistimewaan dan keutamaa sebagaimana yang Dia berikan kepada hambaNya yang sholeh.

عن سعد بن وقاص رضي الله عنه أن رجلا جاء إلى الصلاة ورسول الله صلى الله عليه وسلم يصلى فقال حين انتهى إلى الصف : للَّهُمَّ آتِنِى أَفْضَلَ مَا تُؤْتِيْ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ (رواه البخاري)

Dari Saad Ibn Waqas ra, bahwasannya seorang laki-laki datang mengikuti shalat, dan Rasulullah SAW sedang melaksanakan shalat (sudah melakukan shalat), maka begitu sampai dalam barisan laki-laki itu berdoa:” yaAlloh berilah aku seutama apa yang Engkau berikan pada hambahMu yang sholeh.

Ketika Rasulullah SAW merampungkan shalatnya, beliau SAW bertanya “siapakah yang baru saja berdoa itu? Pria itu menjawab “saya wahai Rasulullah. Kemudian beliau SAW berkata “jika demikian, kudamu akan disembelih dan engkau akan gugur sebagai sahid di jalan Allah SWT” (HR. Bukhari).

Membaca Muawidatain Sebelum Shalat

Membaca Muawidatain sebelum shalat ini bertujuan untuk melindungi kita dari godaan syaitan yang terkutuk dan agar kita terhindar dari rasa was-was ketika melaksanakan shalat karena biasanya ketika kita melaksanakan shalat kita sering lupa ataupun salah dalam melafalkan bacaan shalat. Oleh karena itu, kita harus membaca Muawidatain sebelum melaksanakan shalat.

فإذا إِذَا فَرَغْتَ مِنْ طَهَارَةِ الْخَبَثِ وَطَهَارَةِ الْبَدَنِ وَالثِّيَابِ وَالْمَكَانِ وَمِنْ سَتْرِ الْعَوْرَةِ مِنَ السُّرَةِ إِلَى الرُّكْبَةِ فَاسْتَقْبِلِ الْقِبْلَةَ قَائِمًا مُزَاوِجًا بَيْنَ قَدَمَيْكَ بِحَيْثُ لَا تَضُمُّهُمَا وَاسْتَوِ قَائِمًا ثُمْ اقْرَأْ: “قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ…”تَحَصُّنًا بِهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. وَاحْضُرْ قَلْبَكْ مَا أَنْتَ فِيهِ وَفَرِّغْهُ مِنَ الْوَسْوَاسِ ( بداية الهداية للإمام أبي حامد الغزالي رحمه الله، في آداب الصلاة، ص: 60، مكتبة دار الكتب العلمية-بيروت، سنة، 2010م)

“apabila telah selesai membersihkan kotoran dan najis yang ada di badan, pakaian, dan tempat shalat, dan telah menutup aurat dari pusar sampai dengkul, maka menghadap kiblat dengan berdiri dengan kaki yang lurus tetapi tidak dirapatkan sedangkan engkau berada dalam posisi tegak. lalu bacalah surat an-nas untuk berlindung dari setan yang terkutuk. hadirkan hatimu ketika itu. kosongkan pula hatimu dari bisikan dan rasa was-was,”  Al-Ghazali, bidayatul hidayah, beirut, darul kutub al-‘ilmiyyah,  2010 M, halaman 60).

Disarikan dalam ngaji virtual LAZIS Sabilillah bersama Ust. Abdul Adzim Irsyad, Lc

Penulis: Tri Numesida

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *