Saat Abu Nawas Membuat Imam Syafi’i Menangis

abu nawas

Dilansir dari nu.or.id pada satu riwaat saat Abu Nawas Meninggal Dunia Imam Syafi’i enggan untuk menshalati Jenazahnya, karena Imam Syafi’I tahu bahwa Abu Nawas dikenal sebagai orang yang gemar bermaksiat dan agak gila, Selain itu Abu Nawas juga gemar meminum Khamer atau minuman keras yang memabukkan hingga dia mendapat julukan penyair Khamer. Salah satu Syair-nya yaitu :

“Biarkan Masjid diramaikan oleh orang-orang yang rajin ibadah, Kita disini saja bersama para peminum khamer dan saling menuangkan. Tuhanmu tidak pernah berkata Celakalah para pemabuk tapi dia pernah berkata Celakah orang-orang yang Shalat.”

Gara-gara Syair ini, Khalifah Harun Ar-Rasyid marah dan ingin memenggal leher Abu Nawas. Namun,  ada orang yang mengatakan Kepada Ar-Rasyid.

“Wahai Amirul Mukminin, Para penyair mengatakan apa-apa yang tidak mereka lakukan maafkanlah dia (Abu Nawas)”

Jadi ketika Jenazah Abu Nawas hendak dimandikan dalam kantong baju Abu Nawas ditemukan secarik kertas bertuliskan syair ;

“Wahai Tuhanku dosa-dosaku terlalu besar dan banyak tapi aku tahu bahwa ampunanmu jauh lebih besar, jika hanya orang baik yang boleh berharap kepadamu maka kepada siapakah pelaku maksiat akan berlindung dan memohon ampunan, Aku berdoa kepadamu seperti yang engkau perintahkan dengan segala kerendahan dan kehinaanku. Jika kau tampik tanganku lantas siapa yang memiliki kasih sayang, hanya harapan yang ada padaku ketika aku berhubungan denganmu dan aku pasrah setelah ini.”

Setelah membaca Syair tersebut Imam Syafi’i menangis sejadi-jadinya dia langsung mensalati jenazah Abu Nawas, bersama orang-orang yang hadir.

Dari cerita Abu Nawas tersebut kita mendapatkan bahwa Allah Swt. Tidak pernah menutup pintu taubatnya hanya saja kita yang sering lari menjauh darinya.

Dan sungguh Allah Swt. Maha Pengampun lagi maha penyayang sebesar apapun dosamu selama ada Iman dihatimu maka ampunan tuhanmu lebih besar dari dosamu.

Oleh : Achmad Alhady M 

Tinggalkan Komentar