
Momen berbuka puasa merupakan saat yang dinanti oleh umat Muslim setelah menjalani ibadah puasa seharian. Selain mengakhiri puasa dengan makanan dan minuman, umat Islam dianjurkan untuk berdoa sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Berdoa saat berbuka memiliki keutamaan tersendiri karena termasuk dalam waktu yang mustajab, di mana doa tidak akan ditolak oleh Allah SWT.
Lafal Doa Berbuka Puasa yang Hasan
ada hadits yang bahwa Rasulullah diriwayatkan juga berdo’a dengan do’a yang sebagian lafadznya seperti di atas:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ ” أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»
Sesungguhnya Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam ketika berbuka membaca doa: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu (HR. Abu Dawud, diriwayatkan juga oleh Al Baihaqi, Ath Thabarany, Ibnu Abi Syaibah)
Bagus juga berdo’a dengan do’a:
ذَهَبَ الظَّمأُ، وابْتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَبَتَ الأجرُ إِن شاءَ اللهُ
Latin:
Dzahabadh-dhoma-u wabtalatil-‘uruqu wa tsabatal-ajru insyaa Allah.
Rasa haus telah hilang, kerongkongan telah basah, dan telah tetap pahala, insya Allah (HR. Abu Daud, Ad Daruquthni menyatakan sanadnya hasan, Al Hakim menyatakan sanadnya shahih menurut Syaikhain/bukhori muslim)
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”
Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab Sunan Abi Dawud (no. 2357) dan dinilai hasan oleh Syaikh Nasiruddin Al-Albani dalam Misykatul Mashabih.
Pembacaan do’a seperti ini – dengan variasi tambahan dan pengurangan – merupakan warisan turun-temurun dari para Ulama Waratsatul Anbiya. Mereka yang menganjurkan membaca do’a ini adalah para Ahli Hadis dan Fuqaha dari berbagai Madzhab. Dari Ulama Madzhab Hanafi misalnya kita menemukan penjelasan dari Al Imam Fakhruddin Utsman bin Ali az Zaila’i:
Keutamaan Berdoa Saat Berbuka Puasa
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa terdapat doa yang tidak akan ditolak ketika ia berbuka.”
(HR. Ibnu Majah, no. 1753; Ahmad, no. 8030; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Sahih Ibnu Majah)
Hadits ini menunjukkan bahwa waktu berbuka adalah salah satu momen terbaik untuk memanjatkan doa. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya berdoa dengan doa berbuka puasa, tetapi juga memohon kepada Allah SWT untuk segala hajat, kebaikan dunia, dan akhirat.
Berbuka puasa bukan sekadar makan dan minum setelah berpuasa seharian, tetapi juga momen yang penuh berkah untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Doa berbuka puasa yang hasan, seperti yang diriwayatkan oleh Abu Dawud, menjadi salah satu bacaan yang dapat diamalkan. Selain itu, berdasarkan hadits Nabi, waktu berbuka adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Oleh karena itu, mari manfaatkan momen berbuka dengan memperbanyak doa dan bersyukur kepada Allah SWT.
Wallahua’lam