
Pertanyaan
Assalamualaikum wr wb.
Akhir Akhir ini marak seorang selebritis yang sedang bertengkar hebat dengan anaknya? Bagaimana seharusnya orang tua memposisikan diri kepada anaknya? Bolehkan orang tua memaksa untuk berbakti kepadanya?
Jawaban
Wassalamualaikum, Wr. Wb
Sebelumnya, kami ucapkan terima kasih kepada penanya. Sebagai anak, kita dianugerahi kesempatan yang sangat berharga untuk berbakti kepada orang tua. Kebaikan dan pengorbanan mereka selama membesarkan kita patut kita balas dengan kasih sayang dan perhatian.
Al-Qur’an telah memberikan banyak petunjuk tentang bagaimana cara kita berbakti kepada orang tua. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Isra ayat 23:
“Dan Rabbmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau keduanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.”
Ayat di atas dengan jelas memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada orang tua, bahkan ketika mereka sudah lanjut usia. Larangan untuk berkata kasar atau membentak mereka menunjukkan betapa pentingnya kita menjaga perasaan orang tua.
Disamping itu, Sebagai orang tua kita memiliki tanggung jawab besar untuk membesarkan anak-anak menjadi generasi yang sholeh dan sholehah.
Al-Qur’an telah memberikan banyak petunjuk tentang bagaimana cara kita mendidik dan membimbing anak-anak kita. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Mu’minun ayat 12:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua ibu bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam kesulitan dan melahirkannya dengan susah payah, dan menyusuinya selama tiga puluh bulan, sampai ia menyapihnya; kemudian (ia menyusui) anaknya sampai ia sampai kepada masa dewasa dan mencapai umur empat puluh tahun. (Allah berfirman): “Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua ibu bapakmu. Hanya kepada-Kulah kembalimu.”
Orang tua memiliki kewajiban untuk memberikan hak-hak anak, seperti nafkah, pendidikan, dan kasih sayang. Dalam Al-Qur’an Surat Al-Mu’minun ayat 12 disebutkan bahwa ibu harus menyusui anaknya selama dua tahun, dan ayah berkewajiban memberi makan dan pakaian dengan cara yang baik. Rasulullah SAW juga bersabda bahwa tidak ada pemberian yang lebih baik dari budi pekerti yang luhur.
Doa orang tua untuk anaknya adalah salah satu bentuk bakti yang sangat mustajab. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa doa orang tua untuk kebaikan anaknya memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah.
Ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan spiritual antara orang tua dan anak. Orang tua juga diharapkan menjadi teladan bagi anak-anak mereka. Dengan menunjukkan perilaku baik, seperti beribadah dan berbuat baik kepada sesama, anak akan lebih cenderung mengikuti jejak orang tuanya. Ini menciptakan lingkungan positif yang mendukung perkembangan karakter anak.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika seorang anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim).
Hadis ini menunjukkan bahwa sedekah yang diberikan atas nama orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, akan sampai pahalanya kepada mereka.
Dalam konteks ini, seorang anak dapat bersedekah dengan niat untuk orang tuanya, dan pahala tersebut akan diterima oleh keduanya tanpa mengurangi pahala masing-masing.
Karena itu, seperti halnya Imam Al-Ghazali menyarankan dua model pendekatan dalam mendidik anak. Imam Al-Ghazali menyarankan orang tua untuk membiasakan atau memberikan contoh perbuatan baik dalam keseharian anak. Imam Al-Ghazali juga mengajarkan kebaikan kepada anaknya.
Dengan begitu, komunikasi yang baik dan relasi antar anak – orang tua terbangun dengan baik. Sudahkah anda mengajak orang terdekat bersedekah bersama atas nama orang tua? Yuk sedekah atas nama ortu klik disini