
Pak miskun (84) tersenyum lebar saat kedapatan tamu dari LAZIS Sabilillah. Dengan nafas yang berat ia menyambut tim distribusi dan pendayagunaan dengan semangat. Dulunya, pak miskun adalah bekerja sebagai supir. Namun, kini ia harus tinggal dirumah untuk berjuang melawan penyakit paru-paru yang sudah dimilikinya selama setahun lebih.
Pak Miskun tinggal di rumah kecil sederhana di Jl LA Sucipto. Ia merupakan jamaah musholla aktif yang tinggal bersama anaknya yang bekerja sebagai tukang sablon. Anaknya itu juga aktif menjadi pengurus musholla setempat. Ia tergabung menjadi anggota forum musholla binaan LAZIS Sabilillah.
Kisah pak miskun ini merupakan satu dari 5 orang yang menerima bantuan program sakit menahun dari LAZIS Sabilillah di kelurahan Blimbing.
Pihaknya memberikan bantuan langsung secara tunai senilai 500.000 kepada keluarga penderita untuk tambahan biaya berobat atau kehidupan harinya.

Menurut Sofian Arif sebagai koordinator distribusi LAZIS Sabilillah, program bantuan penderita sakit menahun ini merupakan program isidentil yang diberikan kepada lembaga untuk mereka yang mempunyai sakit menahun dan dari keluarga tidak mampu.
“Program ini merupakan program rutin yang LAZIS Sabilillah laksanakan setiap tahunnya. Banyak dari mereka yang berjuang melawan penyakitnya masih membutuhkan biaya hidup,” tuturnya.
Menurutnya, rata-rata dari mereka pengidap penyakit stroke. Karena itu, banyak dari mereka tidak mampu untuk produktif bekerja lagi.
“Usianya 50 tahun keatas. Kondisi sudah tidak bisa bekerja lagi. Apalagi banyak dari mereka dalam ekonomi kebawah.
Ia berharap, dengan bantuan langsung tunai ini dapat meringankan mereka yang membutuhkan biaya obat. Apalagi, mereka yang harus dirumahkan karena pandemi ini.
“Meskipun tidak banyak semoga membantu mereka. Karena sejatinya lembaga hanya perantara saja, yang sejati adalah pertolongan Allah SWT,” tutupnya