Vaksin Tidak Menjamin Bebas dari Paparan Covid-19

Pemerintah telah memulai program vaksinasi COVID-19 secara nasional sejak tanggal 13 Januari 2021. Penyuntikan vaksin pertama oleh Presiden Joko Widodo di Jakarta.sejak itu, pemerintah mulai massif memberikan vaksin secara gratis kepada masyarakat.

Perkembangan vaksinasi COVID-19 di Indonesia, per tanggal 13 Juli 2021 yaitu total vaksinasi 1; 37.031.826 jiwa dan total vaksinasi 2; 15.254.221 jiwa. Namun usaha vaksinasi tersebut tidak lantas menekan angka kasus covid di Indonesia. Dikutip dari Kemenkes RI, perkembangan COVID-19 di Indonesia per tanggal 13 Juli 2021 mengalami kenaikan 40.427 jiwa positif, 34.754 jiwa sembuh, dan 891 jiwa meninggal

Spesialis penyakit menular Dr. Lyssette Cardona, MD dari Cleveted Clinic menjelaskan, vaksinasi memang menjadi salah satu senjata terbaik untuk memerangi COVID-19. Tapi dia menegaskan, vaksinasi tidak akan membuat siapa saja 100 persen kebal terhadap penyakit, sekalipun dalam kasus COVID-19 sudah mendapatkan dosis lengkap. Dalam laman Clevelan Clinic, Senin (14/6/2021), dikutip dari Kompas.com.

Dr Candona sendiri pernah mendapati beberapa orang yang telah divaksinasi satu atau dua dosis masih dinyatakan positif atau terinfeksi COVID-19. Menurut Dr. Cardona dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), kerangka waktu yang tepat untuk perlindungan dari vaksin COVID-19 belum diketahui saat ini. Jadi, komunitas ilmiah saat ini masih mempelajari kekebalan alami dan kekebalan yang diinduksi vaksin terkait COVID-19, dikutip dari Kompas.com.

Luhut bilang pandemi COVID-19 terkendali, “Jadi yang bicara tidak terkendali itu bisa datang ke saya, nanti saya tunjukkan ke mukanya bahwa kita terkendali, ” kata Luhut. Tapi kok sebaliknya? Hari Minggu (11/7/2021), dikutip dari detikcom, Indonesia mencatat rekor kematian harian COVID-19 tertinggi di dunia dengan 1.007 jiwa . Apakah ini definisi terkendali? Maka, bukan informasi/berita yang dihentikan, tetapi perbaikan penanganan adalah solusinya agar penularan menurun.

Menurut saya, setiap orang perlu memahami bahwa meski sudah divaksin, masih ada kemungkinan siapa saja untuk bisa terinfeksi COVID-19. Untuk mencegah penularan virus Corona, masyarakat perlu disiplin menerapkan protokol kesehatan. Tindakan-tindakan pencegahan dapat dilakukan seperti, memakai masker, menjaga jarak fisik, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta hindari kerumunan.

Penulis: Erika
Editor: Malik

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *