
Belakangan ini, dunia hiburan dan akademisi Indonesia dilanda duka dengan meninggalnya Marissa Haque, seorang aktris senior, politisi, dan dosen yang sangat dihormati. Kepergian Marissa Haque pada 2 Oktober 2024 mengejutkan dan menyentuh hati banyak orang, termasuk keluarga, mahasiswa, dan penggemarnya. Namun tahukah kamu amalan apa saja yang tidak terputus meski sudah meninggal dunia?
Terdapat keyakinan yang kuat bahwa setiap amal perbuatan yang dilakukan oleh seseorang akan terputus setelah ia meninggal dunia, kecuali untuk tiga jenis amalan tertentu. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, di mana Rasulullah SAW bersabda: “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya” (HR. Muslim).
Amalan pertama yang disebutkan adalah sedekah jariyah. Ini merujuk pada amal baik yang terus memberikan manfaat meskipun orang yang melakukannya telah tiada. Contoh dari sedekah jariyah termasuk membangun masjid, membuat sumur, atau mendirikan sekolah. Setiap kali orang lain memanfaatkan fasilitas tersebut, pahala bagi orang yang bersedekah akan terus mengalir. Konsep ini menunjukkan bahwa investasi dalam kebaikan dapat memberikan dampak jangka panjang dan menjadi sumber pahala yang tidak pernah terputus.
Amalan kedua adalah ilmu yang bermanfaat. Ini mencakup pengetahuan yang diajarkan kepada orang lain dan terus digunakan setelah pengajarnya meninggal. Misalnya, jika seseorang menulis buku atau mengajarkan ilmu agama kepada murid-muridnya, setiap kali ilmu tersebut diamalkan, penulis atau pengajar akan mendapatkan pahala. Ilmu yang bermanfaat tidak hanya terbatas pada aspek agama, tetapi juga mencakup berbagai bidang pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Amalan ketiga adalah doa dari anak shalih. Dalam konteks ini, anak shalih adalah anak yang dididik dengan baik dan tumbuh menjadi individu yang taat kepada Allah. Ketika seorang anak mendoakan orang tuanya setelah mereka meninggal, doa tersebut menjadi salah satu sumber pahala bagi orang tua. Ini menunjukkan betapa pentingnya pendidikan dan pembinaan karakter anak dalam Islam, karena anak-anak merupakan harapan untuk meneruskan amal baik orang tua mereka.
Ketiga amalan ini menunjukkan bahwa meskipun seseorang telah meninggal dunia, ada cara untuk tetap mendapatkan pahala melalui kebaikan yang telah ditanamkan selama hidupnya. Dalam surat Yasin ayat 12 disebutkan bahwa Allah mencatat semua amal perbuatan dan bekas-bekas yang ditinggalkan oleh manusia. Ini menegaskan bahwa setiap tindakan baik akan memiliki dampak jangka panjang dan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi individu itu sendiri tetapi juga bagi masyarakat. Ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus berbuat baik dan menyiapkan warisan amal sebelum tiba saatnya kita berpulang ke Rahmatullah.