LAZIS Sabilillah Meresmikan Bergabungnya 70 TPQ Dalam Binaan

Mengawali awal tahun 2021, LAZIS Sabilillah tancapkan program pembinaan kelembagaan bagi TPQ di Malang Raya yang merupakan anggota binaannya sejak 2018 yg tergabung dalam Forum TPQ LAZIS Sabilillah ( FORTYS ).

Acara yg berlangsung di Auditorium Kyai Masykur kompleks masjid Sabilillah yg diikuti oleh 67 lembaga TPQ ditandai dengan penyerahan sertifikat tashih bagi ustadz ustadzah pengelola TPQ dan penyerahan plakat TPQ oleh Ketua Yayasan III Bidang Sosial, Ekonomi, Kemasyarakatan M. Mas’ud Said.

Dalam kesempatan tersebut Mas’ud menjelaskan sejarah keberadaan Yayasan Sabilillah, tokoh tokoh pendiri seperti KH Masjkur, KH M. Tolchah Hasan dan haluan serta tujuan didirikannya Masjid Sabilillah.

” jadi sekalian kami meresmikan bergabungnya yg Ibu dan Bapak pimpin, kami akan menjelaskan dulu bahwa Masjid Sabilillah ini didirikan untuk tujuan mulia melalui 3 pilar yaitu Bidang Pendidikan: dari TK, SD sampai tingkat SMA yg menjadi salah satu lembaga lendidikan sasar dan menengah yg terbaik, Bidang Ketakmiran dan Kesejahteraan Masjid yg mengelola auditorium, peribadatan dan hal hal lain semisal peringatan hari hari besar Islam, mejelis taklim, pengajian rutin serta Bidang III yaitu LAZIS Sabilillah yg memiliki 9 cabang pelayanan ummat dan bidang usaha sosial ekonomi seperti poliklinik Sabilillah, Rumah Yatim Sabilillah dan pembinaan dhuafa, majalah Komunitas Sabilillah, Madrasatil Qur’an dan bedah rumah Sabilillah ” tandasnya.

Selanjutnya Mas’ud Said meminta oara pengelola untuk menyediakan data data pokok mengenai alamat TPQ, daftar pengajar dan dafta murid muridnya serta segala sesuatu yang menjadi data pokok TPQ dimana akan dijadikan informasi pembinaan dan pengembangan.

Menyitir dawuhnya al Maghfurlah Kyai Tholchah Hasan, Mas’ud meminta semua awak manajemen LAZIS dan pengelola TPQ untuk menata hati bekerja ikhlas, bekerja keras, bekerja dengan sungguh sungguh sambil meningkatkan kerukunan dan persatuan dalam pengelolaan lembaga. ” Kita yaqin kalau kita ini bekerja sungguh sungguh maka kita akan dapat meningkatkan pengabdian kita dan menjadikan ikhtiar ini sebagai amal saleh yang berkualitas.

Kalau kami di LAZIS ini hanya mengikuti jalan ” wong kang soleh kumpulono” biar jadi orang hebat seperti pendiri Sabilillah, sambil terus melakukan ibadah sunnah shalat malam, membaca Al Qur’an dan maknanya, terus dzikir malam, suka puasa dan amal shaleh sebagaimana bunyi pujian orang orang saleh Jawa di mushallah jaman masa lalu.

Masjid Sabilillah Malang adalah masjid Raya Percontohan Paripurna Nasional versi Kementrian Agama RI 2016-2017 yang memiliki reputasi manajemen tata kelola secara nasional.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *